بسم الله الرحمن الرحيم

Senin, 20 Februari 2017

TELEPON SAYA DISADAP

TELEPON SAYA DISADAP

Baru-baru ini kita dikejutkan, diributkan dan disibukkan dengan berita disadapnya pembicaraan telepon salah seorang yang penting di negeri ini. Terlepas dari benar tidaknya berita tersebut, ternyata berita tersebut bagaikan magnet yang menyita perhatian publik secara umum.

Tapi anehnya kalau masalah sadap-menyadap yang dilakukan oleh makhluk kita heboh bukan main, namun mengapakah ketika yang menyadap kita adalah Kholik kita (Allah Subhanahu Wa Ta'ala) kita biasa-biasa saja? Bukankah Allah berfirman:
Allah ta’ala,


“أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَا أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ”.

Artinya: “Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. QS. Al-Mujadilah (58): 7.

Tidakkah kita malu ketika rekaman kemaksiatan kita kelak diputar ulang dihadapan Allah dan para makhluk-nya ? Tidakkah kita kuatir bila ternyata rekaman maksiat kita lebih banyak dari pada rekaman kebaikan kita ?

Ya Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang banyak melakukan ketaatan kepada-Mu, sehingga kelak rekaman kebaikan kami lebih banyak daripada rekaman kejelekan kami !

Ibnu Ram 200217

Tidak ada komentar:

Posting Komentar