بسم الله الرحمن الرحيم

Senin, 03 September 2012

BERIBADAH TIDAK KENAL MUSIM

Alhamdulillahi robbil ‘alamin wassolatu wassalam ‘ala asyrofil mursalin nabiyyina mukhammad, waba’du
Suatu ketika :
سُئِلَ الشّبلِيّ : أَيُّهُمَا أَفْضَلُ رَجَب أَوْ شَعْباَن؟ فَقَالَ: كُنْ رَبَّانِياًّ، وَلاَ تَكُنْ شَعْباَنِياًّ وَلاَ رَجَبِياًّ
Asy Syibliy pernah ditanya, ”Bulan manakah yang lebih utama, Rajab ataukah Sya’ban?”
Beliau pun menjawab, ”Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Sya’baniyyin jangan pula Rojabiyyin.”(Lathoif Al Ma’arif, hal. 392).Maksudnya adalah jadilah hamba Rabbaniy yang rajin ibadah di setiap bulan sepanjang tahun dan bukan hanya di bulan Sya’ban atau Rojab saja. Oleh karena itu kita juga jangan beribadah pada bulan Ramadhan saja, namun harus kita kontinyukan sampai akhir hayat kita, ingat firman Alloh :
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (QS. Al Hijr: 99)
Maka pada kesempatan kali ini kita akan sedikit memberikan beberapa contoh amalan-amalan yang harus kita perhatikan setelah ramadhan
Sholat wajib lima waktu
Dalam hadits qutsi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ افْتَرَضْتُ عَلَى أُمَّتِكَ خَمْسَ صَلَوَاتٍ وَعَهِدْتُ عِنْدِى عَهْدًا أَنَّهُ مَنْ حَافَظَ عَلَيْهِنَّ لِوَقْتِهِنَّ أَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهِنَّ فَلاَ عَهْدَ لَهُ عِنْدِى
“Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘Aku wajibkan bagi umatmu shalat lima waktu. Aku berjanji pada diriku bahwa barangsiapa yang menjaganya pada waktunya, Aku akan memasukkannya ke dalam surga. Adapun orang yang tidak menjaganya, maka aku tidak memiliki janji padanya.’ (HR. Ibnu Majah no. 1160. Dihasankan Al Albani dalam asshohihah no : 4033)
Nabi juga bersabda :
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
Perjanjian antara kami (muslim) dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia kafir.” (HR. An Nasai no. 463 dan dihasankan Albani)
Menjaga shalat jama’ah
Imam Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan:
وَأَمَّا الجَمَاعَةُ فَلاَ اُرَخِّصُ فِي تَرْكِهَا إِلاَّ مِنْ عُذْرٍ
Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.”(Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 107)
Apalagi sholat berjama’ah lebih afdhol dari sholat sendiriansebesar  27 derajat, sebagaimana sabada nabi :
صَلاَةُ الْجَمَاعَة أفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Shalat jama’ah lebih utama dari shalat sendirian sebanyak 27 derajat.”(HR. Muslim no. 650)
Puasa Sunnah 6 Hari Bulan Syawal
Rosululloh bersabda :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.”(HR. Muslim, no : 1164)
Mengqodo’ Puasa Ramadhan
Orang yang memiliki hutang puasa ramadhan hendaknya segera membayar hutangnya, Alloh berfirman :
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)
Puasa Sunnah
perbanyak puasa sunnah lainnya yang bisa kita kerjakan, seperti puasa senin kamis, puasa ayyamul bidh (puasa tanggal 13,14 dan 15 bulan qomariah), puasa daud dan lain-lain. Nabi kita pernah bersabda :
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
“Sesungguhnya di dalam Surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan. Orang-orang yang rajin berpuasa akan masuk Surga melewatinya pada hari kiamat nanti. Tidak ada orang yang memasukinya selain mereka. Diserukan kepada mereka, ‘Manakah orang-orang yang rajin berpuasa?’. Maka merekapun bangkit. Tidak ada yang masuk melewati pintu itu selain golongan mereka. Dan kalau mereka semua sudah masuk maka pintu itu dikunci sehingga tidak ada lagi seorangpun yang bisa melaluinya” (HR. Bukhari, no : 1896)
Shalat Malam
Jika di bulan Ramadhan, kita sudah terbiasa melakukan shalat malam (tarawih) atau disebut dengan sholat tahajjud di selain bulan ramadhan, maka hendaknya rutinitas yang telah kita kerjakan tetap kita amalkan di luar ramadhan. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang nabi sabdakan kepada ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash rodiallohu ‘anhu
يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ
Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.” (HR. Bukhari no. 1152)
Sholat Witir
Rosululloh pernah bersabda :
اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا
“Jadikanlah akhir shalat malam kalian dengan ganjil (witir).” (HR. Bukhari no. 998)
Membaca al Qur’an
Bila kita sangat bersemangat bertadarus al Qur’an maka jangan sampai di luar ramadhan justru kita sama sekali tidak pernah membaca al quran. Jangan sampai kita masuk dalam firman Alloh :
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an itu sesuatu yang tidak diacuhkan”.(Al- Furqan: 30)
Bersedekah
Alloh berfirman :
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)
PENUTUP
Sebenarnya masih banyak amalan lainnya yang bisa kita laksanakan namun yang perlu kita ingat adalah dua hal :
Sekala Prioritas
Dalam beramal sholeh kita harus mengedepankan yang wajib dari selainnya, jangan sampai kita mengerjakan yang sunnah namun meninggalkan yang wajib. Maka kita maksimalkan usaha agar kita di beri taufiq untuk bisa menjalankan amal sholih baik wajib maupun sunnah. Dalam sebuah hadits qutsi Alloh berfirman :
وَمَا تَقَرَّبَ إلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبُّ إلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَ لاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَى أُحِبُّهُ
Dan tidaklah seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan Sunah hingga Aku mencintainya. (HR. Bukhori, No : 6502)
Istiqomah Dalam Beramal
Nabi kita bersabda :
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ. قَالَ وَكَانَتْ عَائِشَةُ إِذَا عَمِلَتِ الْعَمَلَ لَزِمَتْهُ
Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” Sang rowi berkata : ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.(HR. Muslim no. 783).
Allohu a’lam bisshowab
Diringkas dangan tambahan dari : makalah “setelah ramadhan beribadah sampai mati” oleh ust. M. Abduh Tausikal : http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3178-setelah-ramadhan-beribadah-sampai-mati.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar